Pengendalian Penyakit Layu Fusarium oxysporum f.sp cepae pada tanaman bawang merah dengan air rebusan serai dapur (cymbopogon citratus)

Authors

  • Miftahur Rohma Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
  • Wiwik Sri Wahyuni Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.19184/bip.v5i2.28856

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura yang menghasilkan umbi yang menjadi bahan utama dasar makanan. Permasalahan dalam budidaya bawang merah apabila lingkungan iklim yang kurang mendukung dan gangguan penyakit seperti penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. Cepae dapat menurunkan hasil produksi. Gelaja penyakit ditandai dengan daun terlihat pucat, kekuningan, daun tumbuh tidak tegak, meliuk, umbi busuk dan tanaman bawang merah mudah dicabut. Penyakit ini memiliki intensitas serangan sangat tinggi  mencapai 80% yang menyebabkan kematian hingga gagal panen. Pengendalian yang dilakukan yaitu dengan air rebusan dari tanaman serai dapur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi yang efektif air rebusan serai dapur dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium pada tanaman bawang merah secara in-vivo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa konsentrasi 0%, 3%, 5%, 7%, 10% uji yang dilakukan secara in-vivo. Air rebusan serai dapur yang diperoleh bentuk cair, berwarna coklat pekat dengan bau khas seperti lemon. Senyawa yang dimiliki yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid dan minyak atsiri. Dari hasil uji in-vivo menunjukkan bahwa semua perlakuan konsentrasi yang berbeda-beda tidak mampu memperlambat masa inkubasi yaitu paling cepat 12 hsi dan paling lama 16 hsi. Pada tingkat keparahan penyakit layu fusarium oxysporum f.sp cepae pada tanaman bawang merah dengan konsentrasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh secara efektif.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-05-23

Issue

Section

Articles